Gunung Puntang: Terroir Alami di Balik Karakter Unik Cascara

By Muhammad Al Dzikra Rahmanna Nugrahaat March 27, 2026View:
article
Gunung Puntang: Terroir Alami di Balik Karakter Unik Cascara

Gunung Puntang, yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu kawasan dengan ekosistem pegunungan yang masih terjaga. Berada di ketinggian sekitar 1.300–1.700 mdpl, kawasan ini memiliki suhu sejuk dan tanah vulkanik yang subur—kombinasi ideal bagi pertumbuhan tanaman kopi berkualitas. Penelitian tanah di perkebunan kopi di Gunung Puntang menunjukkan bahwa kondisi fisik dan kimia tanah setempat memiliki tekstur silty loam dengan kadar air yang baik, pH tanah antara 4,50–6,00, serta kandungan unsur hara seperti kalium (K₂O) yang mencapai 461–579 ppm—yang menunjukkan tingkat kesuburan yang mendukung pertumbuhan kopi arabika (Martunis et al., 2023, 3). 


Namun, bukan hanya biji kopi yang memiliki potensi dari wilayah ini. Kulit buah kopi (cascara) yang dihasilkan dari perkebunan di sekitar Gunung Puntang juga menyimpan karakter unik yang dipengaruhi langsung oleh lingkungan tumbuhnya.


Lingkungan Tumbuh yang Membentuk Karakter

Tanah vulkanik di Gunung Puntang kaya akan mineral alami seperti kalium dan magnesium, yang berperan dalam perkembangan buah kopi secara menyeluruh termasuk lapisan kulitnya (Martunis et al., 2023, 2) . Kondisi ini memengaruhi profil rasa cascara, sehingga seduhan dapat memiliki karakter fruity yang cerah, ringan, dan bersih. Selain itu, iklim pegunungan dengan suhu yang relatif stabil membantu proses pematangan buah berjalan lebih perlahan. Proses pematangan yang lebih lama ini, sebagaimana ditunjukkan dalam berbagai kajian agronomi tanaman, cenderung memperkaya komposisi senyawa bioaktif seperti fenolik yang berkontribusi pada rasa dan aroma kompleks. 


Cascara dan Proses yang Lebih Sadar

Di kawasan seperti Gunung Puntang, praktik pascapanen yang lebih terkontrol memungkinkan pengolahan cascara dilakukan dengan lebih hati-hati. Proses pengeringan perlahan memberi waktu bagi fermentasi alami pada kulit buah kopi berlangsung secara seimbang dan sempurna, sehingga aroma dan karakter rasa dapat berkembang tanpa menjadi terlalu tajam.

Pendekatan ini sejalan dengan filosofi mindful processing menghargai waktu, bahan alami, dan keseimbangan proses untuk menghasilkan seduhan yang lebih halus dan nyaman dinikmati.


Lebih dari Asal, Tentang Cerita

Mengenal asal cascara berarti memahami bahwa rasa tidak lahir secara kebetulan. Faktor alam seperti tanah, ketinggian, dan iklim, serta cara manusia mengolahnya saling terhubung membentuk pengalaman minum yang utuh. Gunung Puntang bukan sekadar lokasi, melainkan bagian dari cerita tentang bagaimana alam dan proses yang tepat dapat menghadirkan cascara dengan karakter yang khas ringan, berlapis, dan bernilai lebih.


References

Martunis, L., Dahliani, L., & Yana, D. (2023). Analysis of physical and chemical characteristics of soil in coffee plantations in the Mount Puntang Social Forestry Area, West Java. AMCA Journal of Science and Technology, 3(1). https://doi.org/10.51773/ajst.v3i1.233