Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi: Fondasi Keamanan Pangan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG)

By Muhamad Hudan Ichyaraat March 2, 2026View:
article
Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi: Fondasi Keamanan Pangan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG)

Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi merupakan salah satu pilar utama dalam menjamin keamanan pangan, terutama pada program pangan berskala nasional seperti Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Di balik makanan yang tampak layak konsumsi, standar higiene dan sanitasi menentukan apakah makanan tersebut benar-benar aman atau justru berpotensi menimbulkan risiko kesehatan masyarakat.


Tanpa penerapan higiene sanitasi yang terstandar, makanan bergizi dapat menjadi media penularan penyakit bawaan pangan (foodborne diseases), khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak.


Peran Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi dalam Program MBG

Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi merupakan mekanisme pengendalian risiko yang digunakan untuk menilai kesesuaian fasilitas pengolahan pangan, mulai dari kebersihan lingkungan dan bangunan dapur, sanitasi peralatan serta sarana produksi, alur proses kerja yang higienis, hingga perilaku dan kompetensi penjamah makanan. 


Dalam konteks Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dijalankan secara nasional sejak awal 2025, sertifikasi ini memiliki peran yang sangat strategis karena makanan diproduksi dalam skala massal, didistribusikan setiap hari, dan dikonsumsi oleh anak sekolah sebagai kelompok yang paling rentan terhadap risiko pangan. Dapur SPPG maupun mitra UMKM MBG bekerja di bawah tekanan volume produksi dan waktu distribusi yang ketat, sehingga tanpa penerapan standar higiene sanitasi yang terdokumentasi dan terverifikasi melalui sertifikasi, potensi terjadinya kontaminasi pangan akan meningkat secara signifikan.


Tantangan Penerapan Higiene Sanitasi di Dapur MBG

Implementasi Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain:

1.Desain dapur dan alur produksi yang belum memenuhi prinsip pemisahan bahan mentah dan makanan siap saji

2.Rotasi tenaga kerja yang tinggi tanpa pelatihan higiene yang memadai

3.Penggunaan bahan baku lokal yang membutuhkan sistem penerimaan dan pemeriksaan sanitasi lebih ketat


Tanpa pelatihan dan sistem pengendalian yang kuat, praktik higiene sanitasi sering kali bergantung pada kebiasaan individu, bukan pada standar operasional yang konsisten.


Penguatan Sertifikasi melalui Pelatihan dan Pendampingan Teknis

Penguatan Program MBG ke depan harus dibangun melalui:

1.Audit higiene sanitasi berkala

2.Pengujian mikrobiologi pangan

3.Peningkatan kompetensi penjamah makanan

4.Sistem dokumentasi dan pengendalian proses


Di sinilah peran lembaga pelatihan menjadi sangat krusial. Sebagai lembaga pelatihan dan pengembangan kompetensi keamanan pangan, AGAVI Institute berperan aktif mendukung penguatan sistem higiene sanitasi nasional melalui:

  • Pelatihan Higiene Sanitasi & Food Handler
  • Pendampingan Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi
  • Pelatihan HACCP dan CPPOB/GMP untuk dapur MBG, SPPG, dan UMKM


Program pelatihan AGAVI Institute dirancang berbasis regulasi, praktik lapangan, dan pendekatan ilmiah sehingga tidak hanya memenuhi persyaratan sertifikasi, tetapi juga membangun sistem keamanan pangan yang berkelanjutan.