AGAVI Institute Selenggarakan Pelatihan HACCP bersama Diskuk Provinsi Jawa Barat sebagai Persiapan Penyusunan Dokumen Sertifikasi HACCP.

By Muhamad Hudan Ichyaraat April 30, 2026View:
project
AGAVI Institute Selenggarakan Pelatihan HACCP bersama Diskuk Provinsi Jawa Barat sebagai Persiapan Penyusunan Dokumen Sertifikasi HACCP.

Meningkatnya tuntutan terhadap keamanan pangan dalam beberapa tahun terakhir mendorong pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk mulai menerapkan sistem yang lebih terstruktur dan berbasis risiko. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan secara global adalah HACCP, yang berfokus pada identifikasi, evaluasi, dan pengendalian potensi bahaya pada setiap tahapan proses produksi. Meskipun demikian, dalam implementasinya masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala, mulai dari pemahaman konsep hingga kemampuan teknis dalam menyusun dokumen HACCP yang sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku.


Sebagai upaya menjawab kebutuhan tersebut, AGAVI Institute bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan pelatihan HACCP pada 20 April 2026 secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai UMKM di Jawa Barat dengan latar belakang fungsi yang beragam, seperti produksi, quality control, hingga manajemen. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan praktis peserta dalam menyusun dokumen HACCP sesuai standar SNI CXC 1-1969 Rev.2022 dan SKKNI No. 618 Tahun 2016, serta sebagai bagian dari persiapan menuju program pendampingan sertifikasi HACCP tahun 2026.


Pelaksanaan pelatihan dirancang secara sistematis dan interaktif, dimulai dari pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi, diskusi aktif, serta tanya jawab yang mendorong partisipasi. Materi yang disampaikan mencakup pengantar HACCP, prinsip-prinsip dasar, tahapan implementasi, pembentukan tim HACCP, penyusunan lima langkah awal, identifikasi potensi bahaya, penentuan Critical Control Points (CCP), hingga penetapan batas kritis dan proses verifikasi sistem. Pendekatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membantu peserta mengaitkan konsep dengan kondisi nyata di lapangan.


Secara keseluruhan, pelatihan terlaksana dengan efektif, ditunjukkan oleh tingkat partisipasi peserta yang tinggi serta suasana pembelajaran yang terkelola secara kondusif dan mendukung proses transfer pengetahuan secara optimal. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep HACCP, terutama dalam aspek identifikasi bahaya dan penentuan titik kendali kritis. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang terstruktur dan interaktif mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi peserta. Namun demikian, implementasi di tingkat operasional tetap memerlukan pendampingan lanjutan agar sistem yang telah dipelajari dapat diterapkan secara konsisten dan efektif.


Melalui kegiatan ini, AGAVI Institute semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan kompetensi keamanan pangan di Indonesia. Tidak hanya bagi pelaku UMKM, tetapi juga bagi institusi pendidikan, industri, dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pangan. Komitmen ini menjadi bagian penting dalam mendorong terciptanya sistem pangan yang lebih aman, terstandarisasi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.